37 UMKM Bidang Kopi Ikut Ajang Specialty Coffee Expo 2021 di AS

0 5
37 UMKM Bidang Kopi Ikut Ajang Specialty Coffee Expo 2021 AS
Stand UMKM di ajang Specialty Coffee Expo 2021 yang berlangsung di Ernest N. Morial Convention Center, New Orleans, Amerika Serikat pada 30 September-3 Oktober 2021.

Jakarta, Lensanews.co – 37 UMKM kopi dan teh ikut Ajang Specialty Coffe Expo yang diselenggarakan di Ernest N. Morial Convention Center, New Orleans, Amerika Serikat pada 30 September-3 Oktober 202.

Ajang Specialty Coffee Expo 2021 bekerjasama dengan Atase Pertanian pada Kedutaan Besar Republik Indonesia di Washington DC, AS dan Kementerian Koperasi dan UKM untuk terus perluas akses pasar kopi Indonesia.

Pameran ini strategis bagi segmen pasar kopi Indonesia karena diikuti oleh kurang lebih 200 pelaku usaha produsen kopi dan peralatan pengolah kopi dari 30 negara, seperti Colombia, Guatemala, Honduras, Ethiopia, Puerto Rico, Turki, Rwanda, Belgia dan Korea Selatan.

“Estimasi potensial order yang dapat dibukukan sementara adalah senilai 2,172 juta dolar AS atau lebih dari 31 miliar rupiah untuk jenis kopi Arabika,” tutur Staf Ahli Menteri Koperasi dan UKM Bidang Hubungan Antar Lembaga sekaligus ketua delegasi Indonesia Luhur Pradjarto.

Sejumlah negara yang telah melayangkan order dan sample order di antaranya Turki, Arab Saudi, Peru, Jepang, Korea Selatan, Finlandia, dan AS. Bahkan Gubernur Provinsi Risaralda dari Columbia, Victor Manuel Tamayo Vargas, menyatakan apresiasinya terhadap kopi Indonesia dan mengundang kehadiran pelaku usaha kopi Indonesia untuk berpromosi di negaranya secara langsung pada tahun ini.

Para pelaku UKM kopi tersebut difasilitasi oleh Kementerian Koperasi dan UKM dalam upaya memperluas akses pasar produk kopi Indonesia dalam ajang Specialty Coffee Expo.

Luhur menekankan, Kementerian Koperasi dan UKM akan terus mendukung pelaku sektor kopi Indonesia untuk meningkatkan pemasaran produk kopi Indonesia di pasar Amerika Serikat melalui fasilitasi pada pameran Specialty Coffee Expo 2021.

Konsulat Jenderal RI di Houston, Andre Omer Siregar menyambut baik adanya sinergi antar Kementerian dalam penguatan pemasaran produk Indonesia khususnya komoditas kopi ke pasar Amerika Serikat.

“Hal ini sebagai salah satu upaya strategis yang dapat mengangkat tidak hanya citra produk kopi Indonesia di pasar internasional namun juga membuka akses pasar lebih luas lagi bagi produk kopi unggulan dari berbagai daerah di Indonesia,” ujar Andre.

Seiring dengan upaya pemerintah dalam pengembangan UKM dan koperasi di Indonesia menembus pasar internasional, Kementerian Koperasi dan UKM berkomitmen melakukan pemberdayaan UKM dan Koperasi melalui berbagai program penguatan sektor dari hulu hingga hilir. Transformasi UMKM menuju masa depan membutuhkan pendekatan yang berbasis ekosistem yang holistik dan inisiatif serta sinergi dari seluruh stakeholder.

Hari Edi Soekirno selaku Atase Pertanian Kedutaan Besar Republik Indonesia di Wasington DC, mengungkapkan bahwa pihaknya akan secara rutin mengikuti ajang seperti ini setiap tahunnya. Menurut Hadi saat ini Kementan juga tengah mempersiapan acara One Day With Indonesian Coffee, Fruit and Flower yang akan dilaksanakan di 10 negara salah satunya Amerika Serikat pada bulan November ini.

“Kami mewakili Kedutaan Republik Indonesia Wasington DC menyampaikan terima kasih kepada 37 UMKM bidang Kopi dan Teh yang sudah menyampaikan produk untuk dihadirkan pada etalase Indonesia di Ajang Specialty Coffee Expo 2021, “ tutup Hari.

Sebagai salah satu negara penghasil kopi terbaik dengan produksi tahunan mencapai 750 ribu ton, Indonesia mampu menyuplai tujuh persen kebutuhan kopi dunia serta bersiap memperluas pasar ke negara maju seperti Amerika Serikat. Menurut data Kementerian Pertanian RI (Kementan RI), Indonesia merupakan produsen kopi terbesar ke empat di dunia, setelah Brasil, Vietnam dan Kolombia.

“Kopi merupakan salah satu komoditas hasil perkebunan Indonesia yang memiliki peran strategis dalam peningkatan pertumbuhan ekspor dan perekonomian Indonesia. Namun demikian, Indonesia bukanlah satu-satunya negara penghasil kopi di dunia. Untuk dapat bersaing, dan memastikan kualitas kopi Indonesia yang terkenal tidak dipalsukan, seperti Gayo dan Kintamani, penting sekali untuk memanfaatkan Indikasi Geografis (IG) bagi kopi asal Indonesia. Saat ini Indonesia telah memiliki 31 IG untuk kopi”, tutur Heru Tri Widarto, Direktur Tanaman Tahunan dan Penyegar, Direktorat Jenderal Kementan RI dalam ajang tersebut..

Menurut Heru, kegiatan seperti ini harus rutin dilaksanakan, mengingat kami punya kopi yang khas atau Specialty coffee, terlebih disaat pandemi Covid-19 yang sudah berjalan kurang lebih 1,5 tahun, turut berdampak pada serapan terhadap produksi kopi Indonesia khususnya dirasakan oleh petani-petani kopi.

“ Kita perlu bantu produsen kopi di Indonesia agar l produknya bisa keluar atau ekspor ke negara-negara maju seperti Amerika Serikat, “ ungkap Heru

You might also like

Leave A Reply

Your email address will not be published.