CU di Kalbar Dikriminalisasi, Begini Reaksi Uskup Agung Pontianak

0 18
CU Lantang Tipo Dikriminalisasi, Begini Reaksi Uskup Agung Pontianak
Uskup Agung Pontianak, MRg.Agustinus Agus Pr prihatin dengan masalah yang dihadapi CU Lantang TIpo dan Pancur Kasih Kalbar

Pontianak, Lensanews.co – Beberapa CU yang diinisiai Gereja Katolik di Kalimantan Barat seperti CU Keling Kumang, Lantang Tipo dan Pancur Kasih dikriminalisasi, Uskup Agung Pontianak Mgr. Agustinus Agus pun bereaksi. Mgr Agus merasa prihatin dengan masalah yang dihadapi CU Keling Kumang, Lantang Tipo dan Pancur Kasih beberapa waktu belakangana ini.

“Saya sebagai Uskup Agung Pontianak merasa sangat prihatin,”ungkap Mgr Agus dalam keterangan resminyayang diterima Lensanews.co (7/10/2021).

Selanjutnya Mgr. Agus menjelaskan, lahirnya CU di Kalimantan Barat adalah atas inisiatif Gereja Katolik, oleh karena itu bukan secara kebetulan dirinya diundang untuk meresmikan Kantor Pusat CU Keling Kumang di Tapang Sambas, Kabupaten Sekadau, CU Lantang Tipo di Bodok Kabupaten Sanggau dan Tahun 2021 yang lalu di Kantor Pusat CU Pancur Kasih di Pontianak.

Sebagaimana diketahui, CU Lantang Tipo, didirikan 2 Februari 1976, dengan 209.659 anggota, 667 karyawan dengan asset Rp.3,3 triliun lebih.

CU Pancur Kasih, didirikan 28 Mei 1987, dengan 176.851 anggota, karyawan 428 org dan asset Rp.2,7 triliun.

CU Keling Kumang, didirikan 26 Maret 1993, dengan 190.232 anggota, 624 karyawan dan asset sebesar Rp.1,7 triliun.

Ditambahkan Mgr.Agus, Gereja Katolik Kalimantan Barat menggagas lahirnya CU ini didorong atas keprihatinan gereja terhadap kelompok yang tersingkir, miskin dan terpinggirkan (Ajaran Sosial Gereja Katolik “ Option for the poor”) tanpa pandang bulu.

Dalam perjalanan waktu, Gereja mengalami sendiri peran positif dan berbuah baik yang dilakukan oleh CU, terutama dalam masa pandemi ini. Gereja menyadari bahwa tidak ada yang sempurna di dunia ini.

“Oleh karena itu pihak gereja selalu pada posisi mengingatkan kalau ada yang salah atau keliru, atau tidak berjalan pada relnya. Gereja menjauhi posisi mencari kesalahan. Kepentingan orang banyak (bonum commune) selalu di kedepankan,”pungkasnya.

Mgr Agus mendoakan agar masalah yang dihadapi CU bisa diselesaikan dengan ber-keadilan dan penuh damai sambil berharap pihak Kepolisian dapat bertindak professional dalam menangani masalah ini.

“Saya juga mendoakan agar pihak Kepolisian bisa melaksanakan tugas pokoknya: “mengayomi,melindungi,melayani masyarakat serta menegakan hukum”( UUD 1945,Ps.30 ayat 4),”ujarnya.

Sementara Anggoa DPRD PDI Perjuangan Kalimantan Barat, Martinus Sudarno dalam akun Facebooknya resminya mengungkapkan kegemberiaannya lantaran Pengurus dan CEO Lantang Tipo sounding dengan Fraksi PDI Perjuangan Kalimatan Barat.

“Hari ini, tanggal 5 Oktober 2021, saya senang dikunjungi Ketua Pengurus dan CEO Lantang Tipo di ruangan Fraksi PDI Perjuangan Kalimantan Barat. Mereka mengadukan kepada kami terkait dengan beberapa kalinya pengurus dan anggota CU Lantang Tipo dipanggil dan diperiksa oleh Dirkrimsus oleh Polda Kalbar atas tuduhan pelanggaran bermacam ragam aturan,”tulisnya.

Padahal menurut hemat Martinus, CU di Kalbar telah berjalan puluhan Tahun dan berhasil memberdayakan masyarakat kampung dalam mengelola pendapatan, belanja dan ekonomi mereka.

Ditambahkan Martinus, tidak seharusnya CU yang nota bene milik anggota yang sebagian besar milik masyarakat kecil diperlakukan seperti itu.

“Saya prihatin ada pihak-pihak tertentu yang mengobok-obok dan mengkriminalisasi CU di Kalimantan Barat. Mari kawan-kawan aktivis CU kita bersatu melawan ketidakadilan ini,”tegas Martinus.

Penulis : FX Elvis Hancu

 

 

You might also like

Leave A Reply

Your email address will not be published.