Buya Syafii: Sila Kedua dan Kelima Pancasila Paling Menderita

0 4
Buya Syafii: Sila Kedua dan Kelima Pancasila Paling Menderita
Anggota Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Buya Syafii Maarif

Jakarta, Lensanews.co – Anggota Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Buya Syafii Maarif mengungkapkan, ada dua Sila dalam Pancasila paling menderita saat ini yakni Sila Kedua dan Sila Kelima.

Hal tersebut diungkapkan Buya dalam ‘Sarasehan Sinergi Pembumian Pancasila Bersama Organisasi Masyarakat Bidang Kepemudaan dan Kebangsaan’ di Jakarta, Selasa (5/10).

“Ini rintihan saya sebagai orang tua. Sila kedua dan kelima Pancasila paling menderita. Tanah kita dikuasai asing dan penguasa domestik,” tegas Buya via daring kepada puluhan Pengurus Ormas Kepemudaan.

Buya secara khusus meminta para pemuda serius ikut serta mengurus negara. Kalau tidak mau Indonesia dikuasai kekuataan asing.

Ia berharap, sinergitas BPIP dan para pemuda membuat nilai-nilai luhur Pancasila tidak digantung di langit tinggi.

“Generasi muda bukan gagal, tapi belum berhasil membantu rakyat jelata, membawa Indonesia lebih baik. Peran perguruan tinggi, profesor, orang-orang pintar, belum bisa diharapkan,” beber Buya.

Ia menebak, ‘kelompok ideologi impor’ tidak akan berdaya lagi kalau para pemuda bersatu menegakkan Keadilan Sosial.

Pada kesempatan yang sama, Wakil Kepala BPIP Haryono menilai, pembumian Pancasila harus dilakukan bersama-sama.

“Mari mengubah masa depan lebih baik. Optimis Pancasila tegak berdiri sehingga bangsa ini merdeka, adil, dan makmur,” tuturnya.

Haryono menekankan disiplin waktu sebagai salah satu tindakan sederhana tapi riil dalam aktualisasi Pancasila. “Apa mungkin bangsa maju kalau kita tidak disiplin?” tanya dia.

Sarasehan ini digelar secara langsung dan daring. Diikuti oleh para kedeputian BPIP serta para pengurus ormas kepemudaan antara lain PB HMI, PMKRI, DPP GMNI, DPP GPP dan IMM. Mereka juga menandatangani Nota Kesepahaman dan berdiskusi panel.

Sebelumnya, saat membuka Kongres XXXI Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Tahun 2021 dari Istana Negara, Jakarta, secara virtual (17/03) lalu, Presiden Joko Widodo berharap HMI bisa mewujudkan cita-cita besar para pendiri HMI.

Presiden juga minta HMI untuk berkolaborasi dalam berbagai agenda penting pembangunan bangsa, termasuk dalam upaya prioritas saat ini untuk menangani pandemi, membantu masyarakat yang sedang berada dalam kesulitan, serta membangkitkan optimisme dan harapan agar bangsa dapat segera pulih dan bangkit dari pandemi.

“Saya percaya HMI bisa menjadi lokomotif kemajuan bangsa dan lebih aktif menyiapkan, melahirkan, SDM-SDM unggul serta pemimpin-pemimpin masa depan yang akan mengantarkan bangsa ini siap berkompetisi dalam era hiperkompetisi,” tandasnya.

Hal senada juga diungkapkan Presiden kepada kader PMKRI. Presiden berharap PMKRI ikut terlibat aktif dalam dinamika pembangunan nasional. Mengambil bagian dalam kerja-kerja pembangunan nasional di tengah tantangan perkembangan teknologi komunikasi dan informasi yang semakin maju dan berkembang pesat.

“Saya berharap PMKRI dan semua organisasi kemahasiswaan lainnya ikut mengambil bagian dalam menyelesaikan tantangan bersama ini. Bukan hanya untuk menjawab persolan bangsa hari ini, tetapi meletakkan fondasi bagi kemajuan bangsa dan negara di masa-masa yang akan datang,” pungkas Presiden saat membuka rapat kerja nasioal (Rakernas) ke-X Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) tahun 2020.

You might also like

Leave A Reply

Your email address will not be published.