Dukung Usaha Ekonomi Kreatif, Mama-Mama di Kelitei, Inerie, Ngada Sulap Tanah Liat Jadi Priuk

0 42
Dukung Usaha Ekonomi Kreatif, Mama-Mama di Kelitei, Aimere, Ngada Sulap Tanah Liat Jadi Priuk
Mama-mama yang tergabung dalam Kelompok Usaha Maju Bersama yang beranggotakan 7 saat mengolah tanah liat menjadi priuk di bengkel kerja mereka di Kelitei, Inerie,Ngada.

Aimere, Ngada, Lensanews.co – Pandemi covid 19 tidak menghalangi mama-mama di Kelitei, Inerie, Ngada, Flores untuk berkarya. Selama masa pandemi, mama-mama kreatif yang tergabung dalam Kelompok Usaha Maju Bersama yang beranggotakan 7 orang ini berhasil menyulap tanah liat menjadi priuk.

Kualitas priuk yang dihasilkan dari tangan 7 orang perempuan hebat ini juga terhitung sangat mumpuni. Buktinya, priuk-priuk itu bisa digunakan untuk menanak nasi, mengolah lontar menjadi arah dan untuk menyimpan berbagai hasil panen.

Dinahkodai Mama Emiliana sebagai Ketua Kelompoknya, Sekretaris Mama Albertin Lulu,Bendahara Maria Dolu dengan Anggotanya Viktoria Moi,Marselina Godho,Florensiana Moi dan Florentina Bate sudah menghasilkan banyak priuk dari tanah liat.

Usaha Ekonomi Kreatif mama-mama ini merupakan produk unggulan Desa Kelitei,Kecamatan Inerie,Ngada,Flores. Karena itu perlu didukung Pemda setempat.

Selain produk unggulan priuk dari tanah liat ini, Desa Kelitei juga ternyata masuk Daerah Kawasan Wisata Premium Labuhanbajo. Desa Kelitei juga merupakan wilayah  investasi Galian C yakni pasir dan batuan yan dikelola bersama PT DKP dan masyarakat melalui Koperasi.

Investasi ini diharapkan, bisa menyerap tenagakerja, memajukan ekonomi kreatif rakyat dan bisa mempersiapkan SDM unggul di masa depan melalui Balai Latihan Kerja.

IRCI(Institute for Research,Consultation and Information of International of Investment) sangat mendukung usaha ekonomi kreatif masyarakat Desa Kelitei dengan produk unggulannya ini.

Selain itu IRCI sangat mendukung upaya Pemerintahan Desa dan tokoh-tokoh masyarakat Kelitei yang koperatif menerima investor untuk memajukan dan mensejahterakan rakyat Kelitei.

“Kami siap untuk mempromosikan Kelitei juga Inerie dan Ngada sebagai wilayah Destinasi Pariwisata Premium Labuhanbajo ke fora nasional dan internasional,”ujar Gabriel Goa,Direktur IRCI dalam keteranan resminya yang diterima Lensanews.co (1/08/2021).

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Bintang Puspayoga di acara Kowani Fair Online 2021 mengungkapkan, mendukung para pelaku usaha khususnya perempuan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dalam mengembangkan dan memperluas pasar usahanya melalui akses digitalisasi guna mendukung pemulihan ekonomi nasional akibat pandemi Covid-19.

“Potensi perempuan dalam pembangunan nasional sudah tidak diragukan lagi. Selain jumlahnya menempati setengah dari populasi Indonesia, perempuan juga turut berpartisipasi dalam perekonomian bangsa, salah satunya melalui UMKM. Mengingat dari 64 juta total UMKM di Indonesia, lebih dari 60%nya dimiliki dan dikelola oleh perempuan. Perempuan juga menguasai 3 sektor usaha yang sangat diminati masyarakat yaitu fashion, kriya, dan kuliner,” ungkap Menteri Bintang dalam acara Kowani Fair Online 2021 yang mengangkat tema ‘Mendorong Digitalisasi UMKM untuk Pemulihan Ekonomi Nasional di Masa Pandemi.’

Menteri Bintang menambahkan perempuan merupakan garda terdepan dalam menghadapi krisis akibat pandemi Covid-19. Berbagai data menunjukkan bahwa mendorong partisipasi aktif perempuan di bidang ekonomi akan mampu menaikkan pendapatan negara secara signifikan.

Kontribusi perempuan pada perekonomian keluarga, juga turut menjadi kekuatan pada proses pengambilan keputusan dalam rumah tangganya, termasuk berbagi peran dengan suami dalam mendidik dan mengasuh anak secara lebih adil.

Namun dalam mengembangkan usahanya, berbagai tantangan masih lebih banyak dihadapi para wirausahawan perempuan dibanding laki-laki, mulai dari tantangan pada akses permodalan, akses pengetahuan, akses pasar, hingga dukungan baik dari negara maupun masyarakat.

Selain itu, masih banyak perempuan pelaku usaha yang mendapat diskriminasi saat ingin mengakses penggunaan teknologi dalam mengembangkan usahanya.

Berdasarkan data BPS pada 2019, persentase pengguna internet perempuan masih lebih rendah dari laki-laki, yaitu 46,87 persen dibandingkan 53,13 persen. Padahal, penggunaan internet adalah faktor yang sangat krusial untuk mempertahankan kelangsungan usaha di masa pandemi Covid-19 ini. Hal ini menunjukan belum adanya kesadaran pengarusutamaan gender yang terintegrasi dalam masyarakat.

Menteri Bintang menegaskan berbagai tantangan tersebut tentu tidak boleh menghambat upaya pemberdayaan ekonomi perempuan. Pemerintah khususnya Kemen PPPA terus mendorong berbagai program pembangunan agar UMKM perempuan tidak hanya dapat bertahan, tetapi juga terus berkembang.

Hal ini diperkuat melalui arahan Presiden RI Joko Widodo yang menjadi salah satu isu prioritas Kemen PPPA pada 2020 – 2024 yaitu ”peningkatan pemberdayaan perempuan dalam kewirausahaan yang berperspektif gender”.

Penulis : FX Elvis Hancu

You might also like

Leave A Reply

Your email address will not be published.