Globalisasi Digital Meningkatkan Keterasingan Nilai Kemanusiaan

0 7
Globalisasi Digital Meningkatkan Keterasingan Nilai Kemanusiaan
Staff Khusus Dewan Pengarah BPIP, Rm.Antonius Benny Susetyo Pr saat hadir sebagai nara sumber dalam acara seminar bertajuk “Peran Generasi Muda dalam Aktualisasi Nilai Nilai Pancasila Melalui Media” di Gedung Rektorat Universitas Nusa Cendana Kupang Nusa Tenggara Timur (7/1/2021).

Kupang, Lensanews.co – Staff Khusus Dewan Pengarah BPIP, Rm.Antonius Benny Susetyo  Pr mengungkapkan, globalisasi digital di era digital saat ini meningkatkan keterasingan nilai kemanusiaan.

Hal ini diungkapkan Rm Benny saat hadir sebagai nara sumber dalam acara seminar bertajuk “Peran Generasi Muda dalam Aktualisasi Nilai Nilai Pancasila Melalui Media” di Gedung Rektorat Universitas Nusa Cendana  Kupang Nusa Tenggara Timur (7/1/2021).

Menurut Benny, kecepatan informasi seharusnya dapat membawa manusia semakin  cepat mengerti mengenai perkembangan informasi di sekitarnya sehingga membuat ikatan empati dan kebersamaan sesama anggota  masyarakat makin meningkat, bukan sebaliknya.

Acara yang diselenggarakan oleh Universitas Nusa Cendana bekerja sama dengan Deputi Bidang Pengendalian dan Evaluasi Badan Pembinaan Ideologi Pancasila    ini  dibuka oleh Deputi Bidang Pengendalian dan Evaluasi Badan Pembinaan Ideologi Pancasila, Rima Agristina.

Dalam sambutannya  Rima mengatakan bahwa acara ini dilaksanakan untuk mengingatkan  Bangsa Indonesia, khususnya para pemuda dan mahasiswa dapat saling mengingatkan pentingnya menjaga nilai-nilai kebangsaan Indonesia yang tercakup dalam Pancasila agar dapat selalu lestari saat berkegiatan di ruang digital. Karena nilai-nilai Pancasila merupakan identitas serta konsensus  kehidupan berbangsa dan bernegara

Benny juga menyatakan bahwa  keterasingan terhadap nilai kemanusiaan terjadi karena globalisasi lebih menitik beratkan pada  kecepatan penyebaran informasi ketimbang kedalaman  isi dan manfaat informasi tersebut.

“Informasi yang dibagi pada era ini cenderung  mengabaikan kepantasan, kedalaman dan kebenaran  yang justru membuat manusia menjadi  mahluk satu dimensi yang  mengagungkan informasi instan yang isinya mengabaikan norma dan nilai,”jelasnya.

Masyarakat menurut Benny juga cenderung   tidak melakukan penyaringan atas informasi yang didapatkan. Masyarakat lebih cenderung selalu terlihat aktual, tapi tidak menymak isi informasi, akibatnya banyak masyarakat terjebak dalam menyebarkan berita bohong, hoaks dan tidak bermanfaat.

Mengutip hasil survey Microsoft, Benny yang mengungkapkan bahwa warganet Indonesia adalah warganet dengan nilai kesopanan terendah di dunia.

Cara memperbaiki masalah ini menurut Benny adalah dengan menanamkan dan mengaktualisasikan nilai-nilai kebangsaan yang tercakup pada Pancasila yang dimulai dengan mengarusutamakan nilai keluarga dalam media massa, media sosial, dan televisi.

“Kita juga harus mengisi ruang-ruang publik dengan berita dan informasi bernuansa positif yang mampu meningkatkan rasa kebersatuan dan bangga terhadap keberagaman yang kita miliki,”ujarnya.

Hal menurut Benny, niscaya dapat menjadi jawaban terhadap issue dan informasi negatif yang cenderung merusak dan mengancam persatuan dan kesatuan Bangsa Indonesia khususnya pemuda.

Pemuda juga diminta untuk menjadikan Pancasila sebagai  gugus insting yang mempengaruhui cara berpikir, bertindak, bernalar, dan berelasi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara dengan terus tingkatkan kecerdasan literasi dengan selalu menelaah dan menyaring dengan menggunakan kecerdasan dan logika berpikir semua informasi yang diterima.

“Niscaya akan membuat kita menjadi selektif serta bijaksana dalam berperilaku di dunia maya,”pungkasnya .

Sementara Herman Josis Mokalu atau sering dikenal sebagai Yosi Project Pop yang hadir secara daring  menyatakan bahwa untuk menghadapi berbagai macam masalah di dunia maya,khususnya yang dapat merusak rasa persatuan dan kesatuan di Indonesia , perlu keyakinan dari generasi Muda bahwa mereka juga berhak serta berkewajiban untuk dapat melakukan pembaruan positif terhadap Atmosfir dunia maya di Indonesia yang kaya akan kekerasan,bully serta hoaks.

“Kita tidak perlu menunggu usia tua untuk turut andil dan berperan dalam menjaga Negara yang sangat dicintai ini, karena jika kita benar-benar mencintai Negara tempat kita hidup dan tinggal ini, kita akan selalu mau berusaha untuk berkontribusi positif bagi Negara ini,”ujarnya.

Yosi berharap kaum muda tidak mudah terpancing dengan para penyebar berita bohong atau hoax dengan cara kekerasan, tapi tempuh cara dialog. Menurut Yosi, tujuan baik harus diperjuangkan dengan cara yang baik karena setiap keburukan yang kita bagikan di ruang digital itu memperpendek jarak kita pada munculnya generasi tanpa hati.

“Kaum muda dapat berusaha memperbaiki dan menjaga ruang digital hingga menjadi tempat aman bagi semua orang dan golongan dengan cara selalu mencoba menggali dan mengenali potensinya,”ajak Yoi.

Yosi berharap kaum muda terus menggali, terus berkontribusi dan  berperan aktif dalam usaha pembumian nilai-nilai Pancasila tutup.

You might also like

Leave A Reply

Your email address will not be published.