Pemuda Asal Manggarai Timur Menjadi Salah Satu Finalis  12th SATU Indonesia Awards 2021

0 61
Finalis 12th SATU Indonesia Awards

Jakarta, Lensanews.co – Ditengah kondisi Infrastruktur pendidikan yang memprihatinkan di Kabupaten Manggarai Timur, seorang pemuda dari desa Rana Mese, Khamdan Muhaimin menjadi salah satu finalis 12th SATU Indonesia Awards 2021. SATU Indonesia Awards diselenggarakan  oleh perusahaan Astra melalui  Yayasan Semangat Astra Terpadu Untuk (SATU) Indonesia.

Demikian keterangan yang disampaikan Astra dalam rilis pers yang diterima Lensanews.co pada Senin, 4/10 di Jakarta.

Sekurang-kurangnya ada beberapa bidang penghargaan yang akan diberikan yakni bidang kesehatan, pendidikan, lingkungan, kewirausahaan, dan bidang teknologi.

Selain itu, terdapat kategori khusus yang mendapatkan penghargaan yakni  pejuang tanpa pamrih di masa pandemi COVID-19. Pada kategori khusus ini  terdapat 10 finalis yang mendapatkan penghargaan

Khamdan, yang merupakan Pendiri Rumah Belajar Garis Inspirasia adalah salah satu dari 22 orang Finalis yang berhasil memantik perhatian tim juri. Dia menjadi finalis  dalam kategori di bidang pendidikan.

Dalam keterangannya, Chief of Corporate Affairs Astra Riza Deliansyah mengungkapkan Astra secara konsisten terus memberikan apresiasi kepada generasi muda yang punya kontribusi positif bagi masyarakat.

“Astra secara konsisten memberikan apresiasi SATU Indonesia Awards kepada anak bangsa yang tidak kenal lelah berkontribusi bagi masyarakat sekitarnya karena Astra percaya ada banyak anak muda di penjuru Indonesia yang selama ini rela mengorbankan kepentingan pribadinya demi mewujudkan perubahan positif bagi lebih banyak orang. Semoga pada tahun ini kami dapat kembali membagikan inspirasi dari pemuda-pemudi yang peduli akan sekitarnya, khususnya di tengah masa sulit ini,” tutur Chief of Corporate Affairs Astra, Riza Deliansyah

Para finalis tersebut merupakan peserta yang telah lolos dari serangkaian tahap seleksi yang ketat dari total 13.148 peserta 12th SATU Indonesia Awards 2021. Jumlah peserta tahun ini meningkat 31,01% dibandingkan dengan jumlah peserta pada tahun 2020 sebanyak 10.036 orang.

Berikut 22 Finalis 12th SATU Indonesia Awards 2021:

Finalis di bidang kesehatan:

  1. Pelayan Kesehatan dan Kesejahteraan Hewan, Fahri Putranda dari Mui Banyuasin, Sumatera Selatan.
  2. Pemberi Senyum dan Harapan Baru untuk Anak Sumbing, Rahmad Maulizar dari Banda Aceh, Aceh.

Finalis di bidang pendidikan:

  1. Penggerak Konservasi Budaya “Kampung Lali Gadget”, Achmad Irfandi dari Sidoarjo, Jawa Timur
  2. Pendiri “Rumah Belajar Garis Inspirasi” Desa Rana Mese, Khamdan Muhaimin, dari Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur.

Finalis di bidang lingkungan:

  1. Penggerak Program Sistem Konversi Limbah Organik Untuk Ciptakan Ketahanan Pangan, Arky Gilang Wahab dari Banyumas, Jawa Tengah.
  2. Pemberdaya Masyarakat Melalui Sanitasi, M. Agus Rahmatullah dari Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat.

Finalis di bidang kewirausahaan:

  1. Sang Inovator Tempe, Benny Santoso dari Badung, Bali.
  2. Perintis “Es Gak Beres yang Sangat Beres”, Yudi Efrinaldi dari Asahan, Sumatera Utara.

Finalis di bidang teknologi:

  1. Pemberdaya Nelayan dengan “Lobstech” melalui Penerapan Teknologi Berbasis IOT, Hendra dari Jember, Jawa Timur.
  2. Peracik Diet Sehat untuk Ternak Kambing dan Ayam, Visista Pratama Ashadi dari Lahat, Sumatera Selatan.

Finalis dari kategori kelompok:

  1. Pejuang Pendidikan Dari Kepulauan Kei, Gregor Gauden Jeujanan dari Kepulauan Kei Kabupa, Maluku
  2. Penggerak Sistem Pengelolaan Sampah Terintegrasi Berbasis Teknologi, Siti Salamah dari Tangerang Selatan, Banten.

Pada kategori khusus pejuang tanpa pamrih di masa pandemi COVID-19 terdapat 10 finalis, yaitu:

  1. Pejuang Melawan COVID-19, Acep Wiguna dari Karawang, Jawa Barat.
  2. Penggerak IPF Quickresponse “Siaga COVID-19”, Ani Wahyu Rachmawati dari Bandung, Jawa Barat.
  3. Sahabat Difabel dari Kupang, Elmi Sumarni Ismau dari Kupang, Nusa Tenggara Timur.
  4. Penggerak Kreasi Edukasi Bahasa dan Literasi Lingkungan Dari Desa Pemuteran, Gede Andika dari Buleleng, Bali
  5. Pengembang Aplikasi Penilaian Belajar “Tanpa Sinyal, Tanpa Server”, Maman Sulaeman dari Pekalongan, Jawa Tengah.
  6. Penata Panggung Tanggap COVID-19, Muhammad Zidny Kafa dari Bantul, DI Yogyakarta.
  7. Sang Perawat Dari Muara Tembesi, Mutiana Effendi dari Jambi, Jambi
  8. Relawan SATGAS COVID-19, Toni Risanto dari Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat
  9. Penggerak Edukasi Limbah Isolasi Mandiri, Tri Puji dari Jakarta Timur, DKI Jakarta.
  10. Petani Kota dengan Advance Payment, Vania Febriyantie dari Bandung, Jawa Barat

Penulis: Rafael Rela

You might also like

Leave A Reply

Your email address will not be published.