Pendidikan Karakter Cinta Lingkungan Ala SMP Negeri I Komodo, Labuan Bajo

0 124
SMP Negeri I Komodo
Para siswa dan siswi dalam sebuah kesempatan mengolah sampah plastik | foto diambil sebelum masa Pandemi Covid-19

Labuan Bajo, Lensanews.co – Labuan Bajo ditetapkan sebagai destinasi wisata Super Premium oleh Pemerintah Pusat. Penetapan ini di satu sisi  membawa berkah bagi masyarakat Labuan Bajo khususnya dan NTT pada umumnya.

Labuan Bajo bukan lagi kota yang sepi dan terisolasi. Ia kini telah berubah wajah menjadi kota dilalulalangi oleh begitu banyak orang.

Banyaknya  kunjungan wisatawan ke Labuan Bajo, terutama sebelum pandemi Covid-19 tidak hanya menciptakan kesempatan-kesempatan kerja dan bisnis baru bagi masyarakat Labuan Bajo dan NTT, tetapi juga tantangan yang perlu direspon dengan kreatif. Tantangan itu adalah banyaknya sampah.

Sampah yang menuntut penanganan serius di Labuan Bajo adalah sampah botol plastik seperti bekas kemasa air mineral. Selain itu, plastik kresek juga tidak ketinggalan dalam jumlah.

Sampah-sampah plastik itu tidak sulit untuk ditemukan, meski tanpa perhatian yang teliti dan detail. Sampah-sampah itu berserakan di tempat-tempat public dan di lingkungan rumah penduduk.

Menyadari semakin banyak sampah yang dibuang sembarangan oleh warga baik Labuan Bajo maupun para wisatawan, SMP Negeri 1 Komodo Labuan Bajo terpanggil untuk mengumpul dan mengolah sampah-sampah tersebut menjadi sebuah produk kreatif, bernilai indah dan ekonomis.

Melalui mata pelajaran prakarya siswa dan siswi  SMP Negeri 1 Komodo berusaha mengumpulkan botol-botol tersebut, lalu kemudian mengolahnya menjadi beragam produk yang indah dan bernilai ekonomis, seperti keranjang, tas dan jenis prouduk lainnya seperti terlihat pada gambar-gambar berikut.

SMP Negeri Komodo
Contoh produk dari sampah plastik karya siswa dan siswi SMP Negeri 1 Komodo Labuan Bajo | foto istimewa

Selan botol plastik, para siswa juga mengumpulkan dan mengolah sampah plastik menjadi tanaman hias dalam bentuk pot untuk menghiasi ruangan apabila dibutuhkan dalam suatu hajatan resmi dan atau dipajang di ruang tamu.

SMP Negeri 1 Komodo
Contoh produk dari sampah plastik karya siswa dan siswi SMP Negeri 1 Komodo Labuan Bajo | foto istimewa

Menurut Kepala Sekolah SMP 1 Komodo, Frans Ndejeng, kegiatan-kegiatan kreatif tersebut berlangsung dalam bimbingan guru prakarya yang terampil. Mereka adalah Maria Yasinta Nirma, S.Pd dan Skolastika Vias Niriati, S.Pd, Prodensia Mamung, S.Pd, Gradiana Senia, S.Pd, Florentina Floria, S.Pd, Lusiana Diana Pawu Hadiah, S.Ag dan Katarina Siena Wea, S.Pd.

Dalam korteks pendidikan terang Frans yang juga gemar menulis itu, tujuan utama dari kegiatan prakarya mengolah sampah ini adalah untuk  menumbuhkan karakter cinta pada lingkungan, budaya bersih, kreatif.

Selain itu, kegiatan kreatif ini ditujukan untuk meningkatkan semangat gotong-royong dan kerja sama. Suatu karakter yang sangat diperlukan oleh para peserta didik kelak dalam mengembangkan profesi mereka, tambahnya menjelaskan kepada Lensanews.co, Rabu (10/3) melalui pesan Whatsapp.

Penulis: Bung Don

 

You might also like

Leave A Reply

Your email address will not be published.