Pengurus Kopsa M Mengadu ke Indonesia Police Watch

0 34
Pengurus Kopsa M Mengadu ke Indonesia Police Watch
Pengurus Kopsa-M didamping pendamping Kopsa M dari Tim Advokasi Keadilan Agraria SETARA Institute saat mengadu ke IPW. Tim diterima langsung Ketua IPW Sugeng Teguh Santosa dan Sekretaris Jenderal Data Wardana (7/10/2021).Foto : Dok.SETARA Institute

Jakarta, Lensanews.co – Petani yang berhimpun dalam Koperasi Petani Sawit Makmur (Kopsa M), Desa Pangkalan Baru, Siak Hulu, Kampar, Riau, terus memperjuangkan hak-haknya yang terlanggarkan akibat proses hukum yang sarat rekayasa. Merasa dikriminalisasi, pengurus Kopsa M mengadu ke IndonesiaPolice Watch (IPW) (7/101/2021).

Pengaduan pengurus Kopsa M terkait ancaman dan tekanan (back fire) yang mereka alami dalam berbagai bentuk, salah satunya adalah pentersangkaan dengan kasus-kasus yang sarat rekayasa.

Saat ini Ketua Kopsa M, Anthony Hamzah dan dua orang petani telah ditetapkan tersangka. Atas dasar itu, pendamping Kopsa M dari Tim Advokasi Keadilan Agraria, yang menerima kuasa langsung dari 370 petani Kopsa M, menyampaikan pengaduan kepada Indonesia Police Watch (IPW).

Pengaduan tersebut diterima langsung oleh Ketua IPW Sugeng Teguh Santoso dan Sekretaris Jenderal Data Wardana (7/10/2021).

Dalam pengaduannya, sejumlah petani yang didampingi oleh Disna Riantina, pendamping Kopsa M, menyampaikan bahwa tekanan-tekanan ini menguat sejalan dengan upaya Kopsa M melaporkan dugaan perampasan lahan kebun seluas 400 hektare milik petani Kopsa M oleh satu perusahaan swasta, yakni PT. Langgam Harmuni kepada Satgas Mafia Tanah di Bareskrim Polri.

Menerima pengaduan Kopsa M, Sugeng Teguh Santoso, Ketua IPW menyatakan akan mempelajari pengaduan dan menindaklanjutinya segera.” IPW punya mandat publik untuk memantau kinerja institusi Polri,” tegas Sugeng.

Menurut Disna Riantina (Pengacara Publik, Koordinator Tim Advokasi Keadilan Agraria SETARA Institute, dugaan kriminalisasi ini sangat bertentangan dengan visi Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo yang mendorong restorative justice dalam penanganan kasuskasus kemasyarakatan. Apalagi Presiden Jokowi (22/9/2021) tegas menyatakan bahwa Polri tidak perlu ragu memberantas mafia tanah.

Dalam pesan singkatnya kepada Lensanews.co (8/10/2021), Disna mengungkapkan, pengaduan ke IPW untuk meyakinkan banyak pihak untuk sama-sama membantukan perjuangkan hak-hak para petani yang terlanggarkan.

“Persoalan mafia tanah bukan hanya menjadi persoalan yang dialami petani Kopsa-M, namun juga persoalan public yang siapa pun turut serta mendorong penegak hukum untuk menuntaskannya,”pungkasnya.

IPW sangat konsern pada arahan Presiden pada Kapolri untuk memberantas mafia tanah dan menindak aparat polisi yang menjadi backing mafia tanah. Kasus Kopsa M ini adalah salah satu kasus mafia tanah pada sektor perkebunan.

 

You might also like

Leave A Reply

Your email address will not be published.