Tekan Impor Obat dan Alkes, DPR Dorong Industri Kesehatan Dalam Negeri

0 6
Tekan Impor Obat dan Alkes, DPR Dorong Industri Kesehatan Dalam Negerei
Anggota Komisi IX DPR RI, Rahmad Handoyo dari FPDIP

Jakarta, Lensanews.co – Tekan impor obat-obatan dan alat kesehatan (Alkes), Anggota Komisi IX DPR RI, Rahmad Handoyo mendorong pemerintah untuk memanfaatkan momentum pandemi Covid-19 untuk mulai kembangkan industry kesehatan dalam negeri.

Menurut politisi PDIP ini, Indonesia tak perlu lagi bergantung pada impor jika mampu memproduksi sendiri obat-obatan dan alat kesehatan.

“Momentum pandemi ini menjadi refleksi bersama betapa pentingnya kita mandiri di bidang kesehatan. Bangsa Indonesia harus bisa introspeksi,” kata Rahmad dalam keterangan persnya yang diterima Lensanews.co (6/10/2021).

Disebutnya, selama puluhan tahun Indonesia terlena karena mengandalkan obat-obatan dan alat kesehatan dari impor. Padahal, kata Rahmad, Indonesia merupakan negara yang kaya akan bahan-bahan obat.

“Jangan sampai kita hanya impor, atau ekspor bahan-bahan obat lalu diproduksi di luar negeri, kemudian dibeli lagi oleh Indonesia. Karena 90 persen obat dan bahan obat serta alat kesehatan (alkes) itu kita masih impor,” ungkapnya.

Menurut Rahmad ketergantungan yang berlebihan pada impor obat-obatan dan alkes justru membahayakan ketahanan kesehatan nasional.

“Ini kan suatu hal yang sangat tidak baik karena membahayakan ketahanan kesehatan nasional kita. Maka diperlukan kemandirian farmasi dan alkes untuk mendukung ketahanan kesehatan nasional,” sambung Rahmad.

Ditambahkannya, Presiden Joko Widodo sudah melihat ketergantungan Indonesia di bidang farmasi dan alkes dari impor sebagai masalah serius jauh sebelum pandemi Covid-19 melanda.

Menurut Rahmad kondsi itulah yang mendorong Presiden Jokowi untuk  mengeluarkan Inpres Nomor 6 Tahun 2016 tentang Pengembangan Industri Farmasi dan Alat Kesehatan yang melibatkan lintas kementerian dan lembaga.

Inpres itu kemudian ditindaklanjuti dengan dikeluarkannya Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 17 Tahun 2017 tentang Rencana Aksi Pengembangan Industri Farmasi dan Alat Kesehatan.

Ia pun mendorong Kementerian Kesehatan bersama stakeholder untuk segera menindaklanjuti instruksi dari presiden itu. Sebab sejak dikeluarkannya Inpres, belum ada kemajuan berarti mengenai realisasi kemandirian Indonesia di bidang farmasi dan alkes.

“Kita tidak boleh saling menyalahkan karena ini sudah berlangsung puluhan tahun. Tapi keinginan politik kita untuk meningkatkan ketahanan nasional di bidang kesehatan harus lebih digencarkan lagi,” ucap Rahmad.

Legislator dapil Jawa Tengah V tersebut juga mendorong agar pemerintah membuka akses bagi investor asing yang ingin menanamkan modal di Indonesia dalam sektor kesehatan. Rahmad menilai, terciptanya industri kesehatan akan membuat Indonesia mengurangi impor obat-obatan dan alat kesehatan.

“Melalui insentif, fiskal, kemudahan perizinan, fasilitas-fasilitas pajak, sehingga pengusaha asing mau menanamkan modal di dalam negeri untuk investasi di sektor obat-obatan dan alat kesehatan. Saya kira apabila kita memberikan kemudahan bagi para pemodal asing di Indonesia akan menambah kemajuan teknologi di bidang kesehatan, seperti varian obat. Dan ini suatu hal yang sangat baik untuk ketahanan kesehatan nasional kita,” tutup Rahmad

Ia mengingatkan, pengalaman pahit saat Indonesia mengalami lonjakan kasus Covid-19 beberapa bulan lalu. Stok obat hingga oksigen sulit didapat, sehingga pertolongan terhadap pasien Covid-19 kurang optimal.

“Pada peak seperti kemarin, saat negara lain tidak menjual produksi obat-obatan mereka ke luar, kita justru yang kesulitan. Karena memang hak negara lain ketika mereka juga membutuhkan obat-obatan dan alat kesehatan. Ini harus menjadi pelajaran kita bersama,” kata Anggota Fraksi PDI-Perjuangan DPR RI itu.

You might also like

Leave A Reply

Your email address will not be published.