Terkait Penangguhan Penahanan Tersangka  Sengketa Tanah Golo Mori, Ini Pengakuan Salah Satu Tersangka

0 590
Yohanes Tangkut, salah seorang tersangka dalam kasus sengketa tanah di Golo Mori

Labuan Bajo, Lensanews.co – Salah satu tersangka kasus sengketa tanah Golo Mori, Yohanes Tangkut mengaku masih bingung dan menyisahkan pertanyaan atas penangguhan penahanan yang diterimanya.

Pasalnya sebelum Bupati Manggarai Barat Edistasius Endi, SE. dan Bupati Manggarai Herybertus Geradus Laju Nabit menjadi penjamin penangguhan penahanan, dirinya bersama tersangka lain ditawarin oleh Kapolres Mabar untuk keluar dari tahanan tanpa ada jaminan sekalipun.

“Jujur pak, hingga saat ini perasaan saya campur aduk. Senang karena bisa kembali ke rumah berkumpul dengan keluarga, namun sedih dan bingung karena dirinya ditanggukan penahanan atas jaminan dari bapak Bupati dan Wakilnya. Padahal tanggal 27/9 Kapolres Mabar menawarkan kami untuk keluar dari tahanan tanpa ada jaminan sekalipun,”  cerita Yohanes kepada Lensanews.co yang menghubunginya melalui sambungan telepon pada Selasa, (12/10)

Yohanes mengakui saat ini memang dirinya senang karena sudah bisa kembali ke rumah dan berkumpul bersama keluarga. Namun dirinya dan teman-teman merasa sedih sebab walaupun dirinya sudah keluar dari tahanan namun statusnya tidak berubah dari tersangka. Selain itu dirinya masih penasaran kesalahan apa yang dibuatnya hingga ditangkap pihak kepolisan.

Rasa kebingunganya semakin menjadi-jadi, saat pihak kepolisan pada tanggal 29/9, jam 09.00 Wita, kembali menawarkan kepada dirinya untuk keluar dari tahanan. Pada saat itu alasannya untuk bertemu dengan Bupati dan Wakil Bupati Manggarai di Aula Polres. Namun Pada saat itu dirinya dan teman-teman menolak.

“Pada tanggal (29/9/ 2021), kami ditawarkan untuk keluar dari tahanan untuk bertemu Bupati dan Wakil Bupati Manggarai di Aula Polres, Namun kami menolak jika pertemuan di luar tahanan dan memohon kepada Bupati dan Wakil Bupati untuk menemui kami di ruang tahanan,” cerita Yohanes yang didapuk sebagai Jubir ke 21 tersangka.

Namun betapa kagetnya dia dan temannya ketika 15 menit kemudian , 15 orang personel anggota polisi dengan senjata lengkap menghampiri ruang tahanan mereka . Ke-15 anggota polisi tersebut memaksa Yohanes dan teman-teman untuk keluar. Menurut Yohanes, saat itu sempat terjadi perdebatan, hingga pada akhirnya mereka mengalah dan keluar menuju Aula Polres.

“Kami kaget, karena selang 15 menit kemudian muncul sekitar 15 orang anggota Polisi dengan senjata lengkap menghampiri kami. Mereka memaksa agar kami harus keluar dari ruang tahanan untuk bertemu Bupati dan kami tetap menolak. Debat antara kami dengan polisi sekitar 30 menit hinga akhirnya kami mengalah untuk keluar,” ungkap Yohanes dengan nada marah.

Saat Pertemuan dengan Bupati itulah Yohanes menyampaikan bahwa pihak kepolisian pada tanggal 27/9 menawarkan kepada dirinya dan para tersangka lainnya untuk penangguhan penahanan tanpa ada jaminan.
Namun tawaran itu ditolaknya mentah-mentah dan meminta pihak kepolisian untuk segera menyidangkan dirinya di pengadilan agar tahu apa kesalahan mereka.

“Pada pertemuan yang berlangsung kurang lebih 3 jam dengan bapa Bupati, kami sampaikan bahwa pada tanggal 27 September Kapolres pernah menawarkan kami untuk pengguhan penahanan, tanpa jaminan sekalipun. Saat itu kami menolak tawarannya. Saya bilang ke Kapolres kami bukan binatang seenaknya anda tangkap dan ditahan, dan giliran tidak cukup bukti kami disuruh keluar tahanan dengan dalil pengguhan penahanan, bawa kami ke pengadilan untuk segera mendapat kepastian hukum,” cerita Yohanes.

Sebelumnya seperti diberitakan Lensanews.co pada tanggal 1 Oktober 2021, Kepolisian Resor Manggarai Barat (Polres Mabar) menangguhkan penahanan terhadap 21 orang tersangka dalam kasus sengketa tanah Golo Mori.

Pertimbangan penangguhan tersebut atas dasar surat permohonan penangguhan penahanan dari Bupati Manggarai Barat Edistasius Endi, SE. dan Bupati Manggarai Herybertus Geradus Laju Nabit, tertanggal 02 Oktober 2021.

Lensanews.co berusaha meminta konfirmasi tentang tanggapan Kapolres Manggarai Barat atas pengakuan tersangka Yohenes Tangkut, namun sampai saat ini belum ada tanggapan dari Kapolres Manggarai Barat.

Penulis: Rafael Rela

You might also like

Leave A Reply

Your email address will not be published.